Kamis, 21 Maret 2013

pidato persatuan dan kesatuan

oleh:, Ella Nur Annisa kelas V SDN 2 Keling.



Bapak ibu dewan juri yang saya hormati, serta rekan-rekan yang saya sayangi. Perkenankanlah saya akan berpidato dengan tema semangat persatuan dan kesatuan.
Pemuda adalah harapan bangsa, itu adalah kata orang bijak. “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” itu adalah suatu pepatah yang sering kita dengar, juga sering kita ucapkan. Sudahkah kita menjalaninya, dan melaksanakannya dengan baik?
Teman-teman, kita membaca sejarah keadaan bangsa dan negeri ini sebelum merdeka dan sekarang. Sebelum merdeka pemuda berjuang  terpisah-pisah, antar daerah, antar suku itu tak menghasilkan apapun. Namun setelah adanya persatuan pemuda antar suku, antar daerah hasilnya penjajah dapat diusir dari negeri ini, kemenangan kita capai. Itulah awal terjadinya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Sebagai pelajar dan pemuda yang harus memajukan bangsa dan Negara. Harus rajin belajar, berlatih dan bekerja keras, agar tidak tertinggal dengan Negara-negara yang sudah maju. Untuk itu perlu adanya semangat persatuan dan kesatuan. Semangat persatuan tidak hanya di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan bangsa Indonesia saja tetapi harus sampai ke manca negara.
Tema-teman, kita sebagai warga Negara Indonesia yang patuh, harus menjujung tinggi dasar Negara Pancasila dan mengamalkan nialai sila-sila yang terkandung didalamnya, terutama sila ke-3 yang berbunyi “Persatuan Indonesia”
Dengan persatuan dan kesatuan yang kuat, akan menjauhkan diri kita dari iri dan dengki. Alangkah indahnya jika persatuan dan kesatuan tumbuh dan terjalin dengan erat dihati para pemuda dan pelajar Indonesia sejak dini. Niscaya kita akan jauh dari pertentangan pendapat, tawuran antar pelajar dan persengketaan antar suku.
Semangat persatuan dan kesatuan juga merupakan senjata paling ampuh, untuk mencapai perdamaian dan kemajuan bangsa. Kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Semangat persatuan dan kesatuan juga memperluas pengetahuan di segala bidang dari dalam dan luar negeri. Dengan semangat persatuan dan kesatuan pula akan terwujud baldatun toyibatun warobbun ghofur.
Teman-teman demikian pidato yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Maju terus pantang menyerah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar